Oleh: admin070880 | April 12, 2008

UN 2008 Diawali Tingkat SMA Mulai 22 April

Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2007/2008 jenjang SMA/SMALB/SMK/MA akan dilaksanakan pada 22-24 April 2008, sedangkan UN susulan pada 28-30 April 2008 sedangkan UN SMP/MTs/SMPLB akan diselenggarakan pada 5-8 Mei 2008 dan UN susulan pada 12-15 Mei 2008.

Adapun Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2007/2008 SD/MI/SDLB akan dilaksanakan pada 13-15 Mei 2008 dan 21-23 Mei 2008 untuk UASBN susulan, kata Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi dalam jumpa pers pelaksanaan Ujian nasional 2008 di Jakarta, Selasa didampingi Kepala Balitbang Depdiknas Mansyur Ramly, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas, Burhanuddin Tola dan Kepala Pusat Informasi dan Humas, Muhajir sebagai moderator.

Ketua BSNP lebih lanjut mengatakan, pola pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2007/2008 sama dengan tahun lalu. Namun mulai tahun 2008 peran tim pemantau independen (TPI) akan lebih diintensifkan. Tim pemantau dipimpin oleh rektor PTN se Indonesia yang berada pada provinsi, seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerja sama dengan provinsi DIY dan UN Diponegoro Semarang bekerja sama dengan provinsi Jateng.

“Kalau dulu TPI hanya memantau percetakan, tapi sekarang harus ikut menandatangani serah terima master lembar jawaban untuk alasan keamanan,” katanya.

Lebih lanjut Djemari mengatakan, untuk tahun ini terdapat penambahan mata pelajaran yang diujikan. Untuk jenjang SMA/MA menjadi enam mata pelajaran, sedangkan untuk SMP/MTs/SMPLB menjadi empat mata pelajaran. “Untuk SMP penambahannya adalah mata pelajaran IPA,” ujarnya.

Selengkapnya mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SMA/MA program IPA meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. Untuk program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Adapun pada program Bahasa meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Bahasa Asing, dan Antropologi, sedangkan Program Keagamaan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Matematika, dan Tasawuf/Ilmu Kalam.

Pada jenjang SMK mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, sedangkan jenjang SMP mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara UASBN SD/MI/SDLB mata pelajarannya meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Djemari menambahkan, penyusunan soal-soal UN dasarnya adalah standar kompetensi lulusan (SKL) dan materinya merupakan irisan dari kurikulum 1994, 2004, dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Khusus untuk UASBN, lanjut dia, 25 persen butir soal disusun oleh penyelenggara tingkat pusat, sedangkan 75 persen disusun penyelenggara tingkat provinsi.

Sementara standar kelulusan UN SMA/MA/SMK/SMALB tahun ini ditingkatkan dari 5,00 menjadi 5,25 untuk nilai rata-rata minimal dan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,00.

Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran kompetensi keahlian kejuruan minimum 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. “Hal ini juga berlaku untuk SMP dan MI, sedangkan untuk UASBN batas nilai minimumnya diserahkan kepada masing-masing sekolah di seluruh Indonesia.”

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Ka Puspendik) Balitbang Depdiknas Burhanuddin Tola mengatakan, standar kelulusan yang ditetapkan tahun ini diharapkan akan memperkecil tingkat ketidaklulusan siswa, karena penambahan standar tidak begitu terlalu mencolok.

“Hanya rata-ratanya saja dilebihkan. Soal yang dibuat pun dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan kualitas siswa,” katanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Ka Balitbang) Depdiknas Mansyur Ramly menyebutkan, jumlah peserta ujian jenjang SD/MI/SDLB sebanyak 4.599.217, SMP/MTs/SMPLB sebanyak 3.567.472, dan SMA/MA/SMK sebanyak 2.260.148.

Mansyur menyebutkan, total anggaran dari pelaksanaan UN dan UASBN ini sebesar Rp.572.850.400.000 anggaran ini telah meliputi seluruh biaya dan kegiatan sosialisasi di tingkat pusat dan daerah.(*)

Dikutip dari ANTARA News (www.antara.co.id)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: