Oleh: amplas | Juni 19, 2008

Manusia dan Permasalahannya

Kita dapat lihat bahwa hewan memiliki berbagai cara yang berbeda
dalam mempertahankan hidupnya, baik untuk mencari makanan ataupun
melindungi dirinya ketika mendapatkan serangan dari hewan lainnya dan
alam. Beberapa hewan seperti singa dan beruang, akan menyerang secara
konfrontatif ketika mereka merasakan adanya bahaya, lain halnya dengan
trenggiling dan kura-kura yang akan melipat/menyembunyikan dirinya
untuk melindungi diri dan menunggu hingga kondisi aman, ada juga
jenis burung tertentu yang menjatuhkan dirinya dalam posisi terlentang
untuk memberi kesan tidak hidup untuk mengelabui pemangsanya,
dan kebanyakan hewan akan mengambil langkah seribu alias melarikan
diri untuk keselamatannya di kala muncul kondisi yang bermasalah.

Bagaimana dengan manusia? Apa yang manusia lakukan saat terjadi
masalah? Sehubungan dengan berbedanya manusia dengan hewan, maka
manusia adalah jenis ciptaan yang dapat melakukan seluruh variasi yang
dilakukan hewan tadi dalam menghadapi & menyelesaikan masalahnya,
atau dengan kata lain manusia adalah mahluk yang paling fleksibel dalam
mengatasi masalah, dimana manusia bisa bersikap konfrontatif, defensif,
diam menanti perubahan kondisi, persuasif, termasuk melarikan diri dari
masalah yang mungkin memang tidak dapat diselesaikan.

Namun yang menjadi problem adalah untuk mengetahui bagaimana bersikap
dalam setiap adanya masalah, karena disayangkan banyak manusia yang
mengambil keputusan kurang tepat dalam hal ini, sebagai contoh, sebuah
kondisi yang idealnya disikapi dengan kesabaran seringkali diatasi dengan
upaya konfrontatif, sehingga memperburuk konflik.. sebaliknya, masalah yang
menuntut menuntut penyelesaian dengan persuasif, dihadapi dengan cara
defensif atau berdiam diri sehingga masalah menjadi berkepanjangan dan
berlarut-larut.

Kesimpulannya adalah bijaksana dalam menganalisis masalah dan temukan
pendekatan terbaik untuk menyelesaikannya, gunakan variasi yang paling
menguntungkan.. dan upaya konfrontatif/ofensif & ‘melarikan diri’ mungkin akan
menjadi pilihan yang menjadi prioritas terakhir untuk dilakukan.

Semoga bermanfaat dan Terima kasih atas perhatiannya,
sukses selalu untuk Anda sekalian dan sampai jumpa pada newsletter berikutnya.



Best Regards,

W Oesman Wijaya
Motivasi Sukses Team
www.motivasi-sukses.com


Responses

  1. enak yee jadi orang bijak… kata-katanya selaluuuu adja mengandung kebenaran. ehh tapi jangan salah lho, jangan pernah “kemakan” sama kata-kata orang bijak, karena orang bijak juga bisa menyesatkan…. hehe…
    yang harus slalu dipercaya’i adalah kata hati, bukan kata-kata orang bijak…
    ‘cuz kalo orang bijak bicara kemudian kita percaya, berarti kita udah kena “dogma” lhoo
    jadilah orang yang selalu percaya bahwa kebenaran diperoleh dengan proses pembelajaran…
    :p
    maksud?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: